Menahan adalah kekuatan yang tidak dikategorikan oleh maksud apapun. Menurutku bukan sekedar menghentikan atau menghambat, melainkan sebuah seni dalam mengelola rasa dan kehendak.
Bisa jadi bagi mereka menahan sebagai "dekapan sunyi" merengkuh rindu atau amarah dalam diam, memastikan agar badai dalam dada tidak tumpah dan membasahi semesta orang lain, baginya ini adalah bentuk penjagaan yang palin tulus terhadap ketenangan.
Ataupun menahan sebagai jeda yang bijak, bagaiman seni memberi ruang antara keinginan dan tindakan, membiarkan waktu menyaring emosi yang menggebu, hingga yang tersisa hanyalah kejernihan, seperti air yang tenang setelah riak yang panjang.
Bagi pemikiran lain menahan adalah "kesabaran yang berakar", tentang menjadi akar yang tetap menghujam bumi meski angin kencang menerpa. Ia adalah kekuatan yang tidak terlihat, sebuah keputusan untuk tetap tegak di tempatnya tanpa harus menyakiti apapun yang melintas.
Sebagian lainnya menganggap menahan adalah puisi tanpa kata, seringkali menahan adalah cara mencintai paling sunyi. Membiarkan sebuah perasaan tersimpan rapi dalam kotak kenangan, menjaganya agar tetap utuh tanpa harus memaksanya untuk dimiliki atau diutarakan secara kasar.
Bagiku, menahan adalah cara hati berbicara tanpa suara, memastikan bahwa apa yang dilepaskan nantinya hanyalah kebaikan yang sudah matang oleh waktu.

Komentar