![]() |
Aku kagum dengan serial televisi dari negeri ginseng, aku memulai sebuah imajinasi menjadi tokoh utama. Andai ini bisa terjadi dihidupku, andai semua yang ditulis oleh script writernya bisa terjadi dikehidupan nyata ku, andai aku diberi kesempatan juga untuk kembali ke masa-masa yang ingin ku jalani lebih baik. Andai...
Ini sebuah tulisan penyesalan, ketika harapan ku bisa kembali ke masa lalu dan mengubah jalan hidup yang kupilih. sayang, ini benar hanya sebuah tulisan yang nantinya akan kubaca kembali, kelak dimasa depan yang sudah bersyukur dan ikhlas.
Mari kembali ditahun 2010, saat itu aku hanya anak umur 14 tahun tidak mengerti lain hal kecuali sekolah dan prestasi, tapi ada hal yang membuat hidup gelap, perceraian. Gugup? tidak, karena hampir setiap saat aku melihat peluang perpisahan antara mereka. Takut? tidak, aku benci mengingat suara keras dan bentakan. Kecewa? Tidak, aku hanya bingung mereka sedang apa.
Aku belajar banyak hal ditahun itu, terutama tentang ekspektasi. Harapan untuk diterima di SMA favorit luar kota tidak terpenuhi, harapan untuk bersekolah ditempat baik juga tidak kudapati. Egois kan? ya, aku egois untuk memikirkan mimpi ku disaat mereka sedang hancur dan penuh luka. Aku egois untuk tidak peduli dengan perasaan mereka dan hanya mendesak "aku ingin sekolah". Tapi yang ku anggap itu urusan mereka menjadi urusan trauma ku hari ini, yang ku kira aku hebat tidak terpengaruh oleh mereka, hari ini aku penuh dengan ketakutan, Aku takut menjadi mereka, aku takut tidak diterima, aku takut menyebabkan masalah, aku takut untuk salah dan disalahkan, aku takut untuk bersuara dan mengatakan aku sakit, aku takut berecerita tentang takutnya aku menjadi mereka, aku takut berakhir seperti mereka.
Jalanku tidak memikirkan masa depan lagi sejak saat itu, aku hanya jalan mengikuti tahun dan orang lain menganggap, aku adalah kebanggan. Tapi pertanyaan ku setiap hari adalah "aku mau jadi apa?". Aku percaya hanya hal baik yang akan menyertaiku setiap saat, tapi tidak, hal baik itu hanya harapan. Aku jatuh di masa akhir usia 20 an, aku jatuh dan sangat putus asa. Bayangan hidup dengan penuh luka akan ku jalani hingga nanti tidak sanggup. Setiap saat aku meminta pada Tuhan, sudah cukup hidup ini, benar sakit nya, sudah cukup untuk sia-sia, aku ingin pulang padaNya. Setiap hari kuselipkan doa menyerah, dan memaki rasa sakit ini. Aku rasa kalah.
Aku ingin kembali ke 2010, masa dimana harusnya aku berteriak, dan minta untuk dipeluk. Masa dimana aku ingin meminta tolong khawatirkan aku, masa dimana seharusnya aku merasakan kepastian "dimasa depan aku akan jadi ....".
Ini hanya sebuah tulisan, aku di 2024 ingin sekali memeluk diri sendiri pada 2010, Maaf, aku menyia-nyia kan mimpiku.

Komentar