Kisah ini terlalu memakan waktu bagi mereka yang terburu - buru. Mereka mencari tau awal, akhir, sebab, akibat, kenapa, bagaimana dan akhirnya. Padahal pemilik ceritanya tanpa kalut, aku. Sedikit bingung untuk menceritakannya, tapi aku berusaha lebih sederhana agar yang benar ingin tau tidak berprasangka.
Kita mulai ketika cerita ini berakhir di 26 Juni 2015, sedikit samar karena memang aku diberi kelebihan sekaligus kekurangan untuk mengingat momen menyebalkan dan menyedihkan. Semua ku akhiri dengan maksud tidak membuat tekanan kepada siapapun. Keputusan yang begitu sakit, menimbang apa yang telah kami lewati tiga tahun terakhir. Berulangkali dia bertanya untuk aku berubah pikiran, tapi tetap pada keputusan ya mari kita akhiri, nanti juga kita akan temui baiknya seiring berjalan waktu.
Aku rasa ini tepat, dia memulai fase awal hidup yang lebih baik, menata kembali hal - hal yang harus dibuktikan, setelah melewati banyak tekanan, ketidakadilan, ketidakpastian bahkan ketidakstabilan hidup diusia itu. Sedangkan aku? ya begitulah.
Tahun pertama setelah bukan kita, aku lihat dia kembali bersama cinta pertama, cukup lama berlangsung hingga 2019, sedang aku? memilih tidak terikat dengan siapa pun. Hubungan kami tidak sulit, tetap berteman baik walaupun tidak akrab dan tidakpula canggung. Perlu diketahui, aku mempunyai prinsip tidak akan menjadi yang ketiga begitu pula sebaliknya aku tidak suka ada yang mengganggu, jadi tenang saja aku sangat tau batasan.
Seperti tahun - tahun yang berlalu, sangat cepat hingga awal 2021, aku juga lupa bagaimana awalnya kami berteman dan memulai komunikasi kembali, saat itu aku baru mengetahui hubungannya berakhir, lumayan lama. Sempat beberapa kali menikmati kopi, senja, hujan bahkan berwisata untuk menemani kebiasaanku "escape" kota Padang. Tapi hal ini hanya berlangsung beberapa bulan, saat itu aku memilih laki - laki lain untuk mencoba masa depan yang serius.
Tadinya kupikir akhir pencarian nyatanya berakhir juga, dan benar - benar ku akhiri rasa sakit itu di awal 2024. Ditahun yang sama aku kembali mengingat dia ketika sekilas melihat sosoknya, ku awali percakapan memastikan memang benar dia yang kulihat, nyatanya dia memberi tau kan batasan karena saat itu memiliki kekasih. Aku memilih tidak terlibat karena memang sudah fase dewasa untuk memilih cerita yang tidak dipenuhi drama.
Satu setengah tahun dia menjalani hidupnya, begitupun aku yang masih memastikan kewarasan untuk mencoba hal - hal yang telah aku lewati. Lalu kalian bertanya, bagaimana bisa akhirnya bersama kembali dan benar - benar menjalin hubungan? iya kan?
Takdir. Terdengar seperti bualan, tapi aku sekarang percaya. Malam hari ketika jalan pulang melewati rumahnya seperti biasa, malam itu mata kami saling menatap, dan dia menyapa tentu aku membalas sapaan itu. Tanpa ada dugaan apapun karena yang ku tau dia mempunyai kekasih, hanya sapaan biasa.
Beberapa hari berikutnya, aku membuka sosial media dan melihat pesan masuk dari dia, ya aku tentu respon dengan baik dan berlanjut hingga sekarang. Tidak butuh waktu lama setelah tukar cerita kehidupan pribadi, hubungan ini dimulai lagi untuk waktu yang lama.
Dia yang ada hari ini tentu mengalami banyak hal di masa lalu, begitupun aku. Jujur aku berterimakasih pada kalian di masa lalu yang akhirnya tidak menjadi takdirku dan takdirnya, kalau tidak, mungkin kami hanya saling bertukar undangan. Janji ini yang terakhir ya.

Komentar