Menemukan diri sendiri, itulah topik sedang hangatnya untuk setiap manusia yang telah mengalami luka. Entah luka masa lalu, luka harapan dan luka ketidakpastian. Menemukan diri sendiri bukanlah sebuah garis finis, melainkan proses pulang yang paling tenang.
"Sudah saatnya pulang ke rumah"
Perjalanan pulang paling sunyi adalah menemukan diri sendiri, kita berhenti mengetuk pintu rumah orang lain hanya untuk merasa utuh, sebaiknya mulai menyalakan lampu di ruang tamu kita.
"Sebuah dialog dengan keheningan"
Layaknya momen ketika riuh dunia mereda, kita mulai mendengar bisikan jiwa yang lama tenggelam. Menemukan diri adalah keberanian untuk berjabat tangan dengan luka dan bangga untuk setiap goresan bahkan retakan yang membentuk hari ini.
"Seni merangkai teka teki yang hilang"
Menemukan diri sendiri ibarat seni mengumpulkan kepingan - kepingan harapan yang sempat terserak, lalu kita merangkainya kembali menjadi sebuah gambar yang tidak perlu sempurna untuk terlihat indah.
"Sahabat terbaik jiwa terbaik"
Diri sendiri adalah sahabat yang melekat sesuai takdir yang kita bawa sejak bernyawa. Disini, kita tidak lagi bersembunyi dari kekurangan, melainkan menjadikannya pelengkap bagi cahaya yang kita miliki.
Seharusnya, kita tidak perlu terlalu jauh pergi menemukan siapa kita, berhenti sejenak berlari dan biarkan diri ini ditemukan oleh ketenangan diri sendiri.
Komentar