Sudut Senyum



Lambat laun hati terbiasa hampa, kembali

Tak mungkin hirau selalu hampiri

Ada makna , entah enggan memaknai

Kita  menunda sekian windu menyadari


Lara mana yang disengaja mengendap?

Luka apalagi yang dibuat menetap?

Pertanyaan seperti apa yang sulit terjawab?

Pinta keberapa yang belum terijab?


Sumringahku ini muncul tak tentu

Bersuara sebentar sekejap tak berseru

Tetapi aku tak memilih hilang begitu

Warna ku semakin banyak, kini sedikit biru



Komentar