Setiap Masalah Perasaan Ada Jawaban, Tapi Ada Jawaban Lain

Pertanyaan yang ada dipikiran setiap orang pasti ada jawabanya, tapi bagaimana pertanyaan tentang "perasaan" ? Jawabannya ada, tapi ada jawaban lain. Loh maksudnya? Oke begini, ketika kita memikirkan tentang "alasan putus" pasti banyak hal untuk jawabannya, tapi jawabannya tidak begitu valid 100%, disana masih banyak pertimbangan bagaimana, kenapa, tapi kan, dan komplemen lainnya. Akhirnya "alasan putus" tersebut menjadi "alasan bertahan", begitu kira-kira jawaban lain yang terbentuk setelahnya. Tidak ada perbedaan gender untuk critical thinking yang terjadi, semua alamiah berdasarkan naluri diri, ya walaupun ada variabel x1, x2, dan variabel xn dari eksternal, itu hanya memperkuat apa yang kita pilih dan yakini. Tak heran, ketika orang terdekat memberikan alasan logis tapi kita masih mencari jawaban untuk memvalidasi perasaan kita, itu wajar. Mungkin ini salah satu contoh pertanyaan tentang perasaan yang jawabannya sangat banyak dikepala kita.

Lalu kapan kita bisa memilih "jawaban yang tepat" ?  Ingat, bukan mencari jawaban yang benar, melainkan yang tepat, karena manusia menganggap emosinya-lah yang benar, dia seolah menjadi center of universe. Terdengar egois, tapi itu lah manusia. Waktu yang pas untuk memilih jawaban yang tepat adalah sekarang, jika tidak mau menimbulkan pertanyaan lain, atau nanti ketika semua emosi sudah reda bahkan lupa, tergantung sesulit apa situasi yang mengancam mental pikiran kita. 

source : pinterest



Semua tidak akan lepas dari apa yang kita alami dimasa lalu, bahkan jauh sebelum moment saat ini. Pandangan masa lalu dapat mempengaruhi sikap kita dimasa sekarang bahkan masa depan, baik buruknya tergantung proses integrasi yang kita olah. Bisa jadi melibatkan introspeksi, refleksi, dan kemampuan untuk mengakui potensi bias atau emosi yang mempengaruhi keputusan. Lebih sulit jika dijabarkan, seperti ketidakpastian naik turunnya emosi dan suasana pikiran, tujuannya memang rasional agar tidak menyakiti siapa pun. Dunia ini sifatnya kompleks, begitupun perasaan manusia yang begitu berharga untuk mengambil keputusan, sekecil apapun keputusan akan mempengaruhi masa depan. Memahami bagaimana cara berpikir kita memengaruhi tindakan kita membuka pintu untuk pengembangan pribadi yang lebih baik dan pengambilan keputusan yang lebih bijak dalam berbagai aspek kehidupan kita. 
 
Karena kita manusia.





@amorganelsaaa
20 February 2024


Komentar