Perayaan Luka


Kali ini aku sedikit dewasa untuk mengerti, semua hal yang terjadi setidaknya melibatkan hati. Aku memiliki hati untuk tetap tinggal dalam kata "kita". Tapi ternyata tak segampang itu menyatakan diri ini tak seburuk penilaianmu. Aku yang sakit dengan semua hal yang kau permasalahkan, dan kau merasa sakit dengan aku yang bahkan tak mengeluarkan sedikitpun kalimat jahat dan tuduhan. Akhirnya, keinginanku bukan lagi mengharapkan agar bisa bersamamu. Sekarang aku hanya ingin merasa biasa, berharap kuat bila tiap kali ada yang mengungkit bahkan menyalahkanku atas semua yang terjadi. 


Ada banyak hal yang nanti mungkin terjadi

"tiba-tiba aku menangis"
"aku merindukannya"
"apa bisa kita bersama lagi"
"kenapa aku tak menahannya"
"aku terus mengingatnya"
"apa aku benar sejahat itu"

Fase dimana aku terlihat hebat, disaat aku tak memikirkannya, kapan?

Tulisan patah hati, ungkapan luka, tak ingin ku sampaikan apa-apa untuk kesekian kalinya ku simpan. Aku rayakan kehilangan ini, ku selamati luka hati. Selamat, kau adalah laki-laki pertama yang mampu membuatku jatuh sejatuhnya. 


Semoga titik balik ku kelak luar biasa. 

Komentar