Rasanya seperti hampa, di depan mata, tapi tak ingin diraih. Apa karena takut? apa karena trauma? Apa karena ini akan berulang sama? Apa memikirkan jalan untuk berhenti? Ini terlalu gelap dan sakit untuk diceritakan, ini begitu pilu untuk dibenarkan. Mencoba hindari pertanyaan "kenapa", tapi tetap dihampiri. Berkali-kali berteriak lirih kepada Pencipta Alam Semesta, menangis tersedu ketika sendiri, bercerita kepada Nya sakit didalam dada, aku takut tidak kuat dan mencoba kalah lagi. Aku takut.

Komentar