Hey bulan delapan, ada apa ? kenapa tahun ini hanya rewind? Aku tau jawabannya.
waktu itu masih 2012, aku masih bercanda untuk hidup yang sudah jahat bahkan dua tahun sebelum itu. Aku kira yang datang sama saja, tapi bertahan sampai 2015. Dia yang datang begitu baik dengan sifat yang membuat nyaman ternyata punya pilihan lain di hatinya. Akhirnya aku hanya bisa mengenang dia tanpa ingin bersama. Dan ternyata kembali bulan delapan 2021 ada yang datang untuk masuk lebih dalam di kehidupanku. Tapi sayang, hanya bertahan hingga 2022. Ini bukan perbandingan, tapi saat aku menulis ini, tepat di akhir bulan delapan. Dua orang berbeda yang melengkapi rasa takutku untuk hidup dimasa depan di jarak waktu yang berbeda.
Aku fikir saat itu usiaku masih 15 Tahun, aku tak begitu trauma dengan orangtua yang berpisah dan isu-isu lainnya. Tapi tahun ini aku benar-benar takut, siapapun yang mendekat hanya sengaja di abaikan. Bulan ini begitu lama berlalu, mencoba ingat hal bahagia ditahun tahun sebelumnya, hal luka lebih membekas. Memang ada apa dengan bulan delapan tahun ini?
Ada, ada seseorang yang berjanji akan berubah untuk selamanya ingin bersamaku, dia laki-laki yang sebelumnya tidak pernah percaya dengan hal baik yang kulakukan. Bagaimana caranya supaya bisa menerimanya kembali bahkan untuk seumur hidup? Bukan tentang siapa-siapa, hanya diri sendiri yang begitu takut merasakan sakit. Apa harus aku? setelah semua luka yang dia berikan? Sebanyak apalagi luka yang akan dia beri? Apa harus aku orangnya? Bahkan dia sangat jelas melihat semua kekurangan dan keburukanku, hal yang dia percaya aku begitu buruk dan alasan dia meninggalkan dengan cara yang sakit, sekali lagi aku bertanya, apa harus aku orangnya?
Aku percaya, semua orang bisa berubah, akupun begitu, banyak yang telah ku ubah. Apa aku harus percaya dengan dia yang berjanji untuk berubah dan akhirnya memilih aku? Apa ada jaminan seseorang berubah? Tidak.
Pikiranku sempat terganggu, hanya sedikit terganggu, ada laki-laki lain yang tak kusangka ingin mendekat, dan sudah pasti rasanya hambar. Apa aku hanya fokus untuk mengabaikan? Apa aku hanya ingin dapat jawaban dari dia yang ingin berubah? Apa yang harus aku lakukan setelah mendapat jawaban? Apa jawabannya bisa membuat aku menerima dia lagi? atau bahkan sebaliknya?
Bulan ini begitu sesak, mengingat momen bahagia hanya berujung sesak. Pikiranku kembali untuk hal-hal buruk. Tujuan hidup mana yang ingin kucari? Disaat aku yakin tak ada lagi yang ingin kucari dihidup ini. Aku hanya ingin hilang.
Komentar