"Kau yang terbaik yang pernah aku dapatkan, Dan Terbaik yang pernah aku dengar" (Rossa, Jangan Hilangkan Dia)
Bahagia seseorang tidak bisa diukur dengan firasat dan perasaan kita. Begitu juga bahagiaku yang sulit diterka siapa saja, kamu juga ternyata adalah salah satu siapa saja itu. Sedikit aku deskripsikan kamu dihalaman ini. Bukan rupawan, bukan komedian, bukan dermawan, bukan hartawan, bukan cendikiawan, tapi impian. Terdengar hiperbola, tapi bagiku itu adanya. Aku beri cuplikan berbeda tentang kamu yang pernah berkata bangga denganku, laki-laki apa adanya yang kuharapkan selama ini.
14 Agustus 2021, bukan meniru alur melankolis seperti cerita romance penulis senior, tapi hujan sore itu berhasil mengikuti perasaanku. Setelah sekianlama "akhirnya aku merasakan seluruh saraf ditubuh ini kesemutan :)". Ajaibnya hati , fkiran dan ucapanku berkata iya, i want you. Sejak hari itu, aku punya hak veto untuk memikirkan seseorang, adrenalin yang begitu saja muncul untuk kembali merindu setiap waktu.
Apalagi yang aku khawatirkan? Seketika aku luluh dan begitu yakin apapun masalah yang ada pasti akan selesai. Aku begitu yakin dengan kamu yang tidak akan meninggalkanku, selalu itu yang kamu utarakan. Apalagi yang aku ragukan, ketika kamu selalu menerima kekuranganku, menerima sikapku yang bahkan bisa dikategorikan belum dewasa. Kamu selalu melontarkan kalimat "setiap orang ada cara yang berbeda untuk menunjukkannya". Tak usah lagi aku khawatirkan perpisahan, karena aku telah yakin apapun yang terjadi ini adalah yang terakhir. Ya terakhir aku percaya dengan komitmen.
Pada siapa aku ceritakan tentang kamu? Semua orang!
Terlalu pagi hari ini aku berfikir diluar nalar, 9 Oktober 2021. Ada hal yang telah aku rencanakan, ternyata takdir mengajakku untuk mendewasakan diri. Kamu yang selalu berkata "apa adanya saja ya", diriku yang apa adanya banyak melukai orang lain, ternyata juga kamu salah satunya. Sudah biasa, tapi hal ini membuatku kembali terdiam, jalanku?
Memang ada seni untuk bersikap Bodo Amat, tapi seni apa yang membuat orang terlihat menyepelekan?
![]() |
| Trust ! This is White Rose |
Banyak moment yang aku Rasa indah dan membahagiakan
Justru ternyata malah sebaliknya untuk kamu yang merasa luka dan sesak
Malam ini aku seolah menduga sikapmu yang menahan enggan
Aku katakan lagi, aku ingin kamu
Jemu melulu datang menghampirimu, itu hanya fikiranku
Apa iya sesalmu datang untuk menang mengalahkan niatmu, akhirnya?
Sekali lagi ini hanya prasangka
Lagi, aku menulis dimana saja, Ini adalah hubungan terakhir, entah apapun yang terjadi
Entah bagaimana takdir mengimbangi mauku
Entah bagaimana aku tidak ingin menyerah
Selamat mengulang hari bahagia, hanya saja aku terlalu banyak prasangka. Walaupun kamu selalu punya dua kemungkinan, baik dan buruk. Kamu yang selalu siap dengan kemungkinan yang kamu pikirkan. Entah aku harus sedih entah aku harus senang, atau aku bersyukur? Kamu bukan orang yang terpengaruh dengan hubungan ini, hanya saja aku yang merasa kamu adalah dunia baru yang kupunya. Usahaku yang tak banyak terlihat olehmu, pada akhirnya aku hanya akan menyelesaikan urusan apapun satu persatu. Tapi kita bukan daftar yang akan sampai pada halaman terakhir. Masih ada ribuan ungkapan yang ingin aku tuangkan dimana saja. Aku bahagia menemukanmu.
Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung, semoga harapan dan rencana yang kamu ceritakan dan sudahlama ada di bucketlist secepatnya terwujud. Stay with me, if you want.
Selamat Ulangtahun, Mine ❤
FFA

Komentar