Aksaraku Masih Untukmu


“Menjadi kekasih yang ku impikan, Sampaiku melihat kamu dengannya” – Cassandra

                Kalian pasti tau apa rasanya jatuh hati dan jatuh cinta. Seperti bahagia tak terungkapkan, lalu senang yang hanya bisa diutarakan dengan merah muda. Lalu bagaimana rasa itu malah sebaliknya, jauh dari warna tersebut. Ada yang mengabaikan hal tersebut, ada pula yang bertahan hingga tau hasil yang di inginkan. Kalian pernah merasakannya?
                Bukan untuk mengingatkan dan mengabadikan luka, hanya saja banyak orang yang menyerah begitu saja dan berpura pura melupakan rasa sakit itu. Lalu tersenyum dan berbahagia dengan kepalsuan suasana. Aku tak seperti itu, bahkan begitu tau perih yang tak bisa disembunyikan, menunggu berkali kali tanpa tau bagaimana ini berakhir.
                Ini sudah benar dari awal, aku mencintaimu tanpa tanda tanya. Bahkan kau tau betapa menyesalnya aku, dan begitu memahami setiap tulisanku. Entah sebagai awal atau akhir, tapi tetap saja aku menginginkanmu sebagai tokoh utama dari setiap detik cerita bahagia dan sedihku. Kesalahan yang begitu aku sadari, kesalahan berlapis dengan banyak tahapan adalah mencintaimu. Tentu seperti penghargaan karena tak ada penyesalan yang mengikuti. Cinta dan kegilaan terasa sama, keduanya tak bisa ku duga.
                Beribu aksara yang ku tuai setiap ingin menceritakannya, aku masih diam disini tanpa bisa melangkah menjauhi sosok dirimu. Tatapan hampa pun yang ku lihat, setidaknya kau berpaling ke arahku walaupun dengan cara seperti itu. Pilihan tetap saja sebuah pilihan, harusnya dijalani dengan semestinya tanpa rekayasa. Demimu, aku mampu menjadikanmu selalu yang terindah dengan masa lalu itu, meski saja penyatuan belum terjamah.
                Setiap hari melihat kau yang begitu tak ingin ku lupakan. Mereka berkata tidak mungkin aku memiliki seseorang yang telah mencintai orang lain. Tapi masih ada kata kata yang menguatkan hatiku, “tak ada yang tak mungkin”. Semoga aku bukan termasuk orang yang serakah jika selalu berharap kau di dekat hatiku, kapanpun itu.
                Rasanya aku hanya berputar dicerita yang sama, cerita tentang kau yang dahulunya begitu indah, yakin akan kemudahan cerita. Tapi aku terlalu angkuh untuk akhirnya menyiakanmu. Berapa lama aku akan bangkit untuk bisa menerima cerita baru yang setidaknya membuatku berpaling? Aku bertahan dalam luka untuk mengharapkan kasihmu, lagi.
                Dulu aku tak tau bagaimana mengatasi luka dan perihnya masih menyayangimu, tapi kini aku cukup bahagia dan sedikit dewasa untuk menunggu hal lebih baik lagi. Bukan berpura pura bahagia jika kau bahagia, tapi hanya bahagia dengan sedikit kepedulian dan senyuman.
                Mau ditanya sampai kapan? Siapa yang peduli untuk itu. Melihatmu setiap hari hal yang begitu menyenangkan untuk saat ini. Mendengar nyanyian  yang terucap dari bibirmu membuatku tenang, setidaknya aku beruntung pernah mendengar sebuah nyanyian dahulu.
                Bertahan dalam diam. Membiarkan rindu itu memungut indah dalam kesakitannya.Aku rela! Tak peduli itu cinta atau bukan, aku hanya ingin menikmati luka bahagia ini, merangkumnya dalam keindahan.




Padang, 24 April 2015
@ulanwln

dear you, about 2 years ago
thank you :)

Komentar