Patahan ranting menggugurkan daun kering coklat, yang terpaksa harus jatuh
Karena waktunya memang begitu
Bintang menghilang di kala hujan saat gelap
Ia diserap aturan alam
Bersukma cerita layu menghitamkan putih
Tidak selamanya pembatas kelabu menutupi menjadi belenggu
Tegar, begitulah dua warna yang jauh berbeda
Akan bercerita jikalau bersatu
Secarik kertas yang tertulis rapi
Kini tua dan tersimpan rapi terselip di ttumpukkan kenangan
Bingkai bergambar mempunyai cerita
Memory yang pasti tak akan terlupakan
Seketika berjalan di gemuruh ombak tepian samudera
Pasir bercampuran air laut yang deras
Andai mata kaki dapat menyaksikan
Semua akan tausaat itu indah milik kita
Pertemuan awal dan akhir perpisahan
Setiap orang berdoa agar hubungan tetap lama
Ada apa?
Bukan kah tuhan telah menentukan
Beribu kenangan ingatan
Banyak hadiah kenangan
Sejuta tulisan kenangan
dan setiap orang akan terus menyimpan
Suatu saat awan akan berlarian menurunkan hujan
Seakan semua akan kembali nyata
Disaat setiap orang merindukan kenangan dikala hujan
Sama seperti ku
Berharap akan abadi di dalam cerita hujan
Baru tadi malam
Semuanya terangkum denagn rencana masa depan
Itu hanya rencana
Aku bukanlah ahli masa depan
Sederhana dan ak rumit
Setiap orang menyatakan itu
Seharusnya berpura-pura bukan jalan
Keterbukaan itu sangat sulit melawan emosi
Seakan aku menjelma sebagai malaikat
Akan hilang segala nafsu yang dijanjikan Tuhan
Tapi sesuci apa aku untuk memikirkan itu?
Hanya seandainya aku bercerita
1 Agustus '13
Komentar