Tuhan Mengabadikanmu dengan Putih

Sebuah lagu yang sengaja kau buat dimalam itu, di ruang tengah rumahku. Saat  itu kita yang benar-benar bahagia akan hubungan yang kita jalani dalam waktu yang lama. Hingga kini aku masih menyimpannya diponsel hitam yang ku genggam setiap saat. Lagu itu selalu kudengar kapan saja aku mau. Kau selalu meminta ku untuk mendengarkannya jika aku rindu denganmu. Setidaknya aku selalu ingin berlama dengan mu, tidak ingin berbatas waktu, rasanya ingin hentikan waktu denganmu.

Tapi sudah hampir 4 bulan kau tanpa kabar, setelah kau bilang lelah dengaan hubungan panjang ini. Kemana? bukannya kau sudah janji untuk selalu bersama. Aku hanya menangisinya tanpa ada yang harus dijelaskan. Tapi aku tidak bisa mengembalikan semua kenangan indah yang telah kita lewati, semua pemberianmu yang hingga kini masih kusimpan.

Setelah dua tahun kepergianmu aku hanya menikmati cinta untuk diriku sendiri, aku hanya memikul harapan suatu saat kau kembali dan masih sama. Hanya satu salahku dan kebodohanku tidak bisa menahanmu disini, waktu itu usia ku masih sangat belia di masa SMA, tapi jika kini kau kembali lihatlah aku sudah menjadi gadis dewasa dengan pikiran yang panjang.

Sudah ku coba menanyakanmu kepada semua orang yang tau dengan mu, tapi mereka hanya menggelengkan kepala mengatakan tidak tau. Dimana kau yang dulu mengisi hatiku yang bisa dibilang lugu? Apa aku tidak bisa menjadi kekasih abadimu.? Mengapa kau tidak meninggalkan jejaj untukku? Siapa yang bisa menjawab tanda tanya ini?

Aku berlalu untuk menemukan kehidupan, dan tentunya menemukan dirimu. Aku belum menyerah. Hey pria tampan yang kujuluki pangeran, Dimana kau saat ini? Foto kenangan kita yang hanya 5 petikan, selalu aku bawa keman-mana, jika saja kita bertemu tak sengaja dan kau akan menunjukkan ini untukmu agar kau percaya aku selalu setia untuk menantimu.

Aku tau ini bukan pupus, aku yakin dengan hatiku yang telah memilihmu. Walaupun usia kita terpaut 3 tahun, aku sangat mencintaimu pangeran malam. Apa bisa aku hidup tanpa mu? apa bisa aku menerima seseorang yang bukan dirimu?

Sore ini hujan, ingatkah kita pernah bodoh berlari di jalan rumah ku hingga menjelang isya. Kau bilang aku putri hujan yang dikirim Tuhan untuk meneduhkan hatimu kala dingin yang menggigit. Aku yakin kau mengingatnya. Aku merindukan suara mu, bukan hanya direkaman ini, tapi sapaan sayangmu yang mengidap di perasaan.

Aku masih sama selama 2 pekan yang bodoh mencari dirimu, tak kusangka kau selalu memikirkan ku. Surat surat yang kau tulis setiap tanggal 14, dan sudah berjumlah 18 helai. 

Aku menangis menyesal membaca surat surat mu yang selalu memikirkan ku. Dan puncaknya air mata ku di surat yang ke 17 dan 18. 

"hey gadisku, aku sengaja tidak mengirimkannya secara rutin untukmu, aku hanya takut kau akan mencemaskanku. Kini mantan kekasihmu telah siap dipanggil Tuhan, dokter mengatakan usia ku yang hanya menghitung pekan. Tulisanku memang sangat singkat. Tapi aku harap bisa mewakili tanda tanya mu yang tak terjjawab.

maaf aku hanya bisa menyimpan rasa Sayangku untukmu hanya untuk dirimu. Tapi seandainya kau telah menemukan seorang yang justru mebuat mu nyaman, silahkan itu lebih baik.
selamat tanggal 14 yang ke 37. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau.

Pangeran malamu :)"

Aku menyesal tidak mengetahui kabarmu, sungguh aku menyesali. Dan aku tak tau harus apa.
Disana aku tau kau telah abadi dengan perasaan putih yang kau bawa. Kau telah ambil semua hati ku, sungguh aku bisa apa?

Kini ku hanya mempunyai foto-foto mu, rekaman suaramu. Gitar kesayanganmu yang berwarna putih, kau tau? aku sudah ahli memainkannya. Aku mempunyai parfum yang selalu kau gunakan. Aku memajang 6 boneka putih pemberianmu, aku menyimpan sweater putih yang kau pilihkan untuk ulang tahunku. Aku melanjutkan hobi fotografi yang bahkan keahlianmu. Dengan kamera yang selalu kau bawa kemana-mana.

Andai tuhan sempat memberi tau duluan, aku akan ada untukmu, sampai kau benar benar pergi. Kau  sempat mencium keningku saat hendak meninggalkan ku. Aku bahkan tak tau apa-apa tentang itu. Mawar putih yang pernah kau berikan kini subur di halamanku. Itulah dirimu yang kubuat tetap hidup. Aku bersyukur sempat menjadi kekasih terindahmu. Aku bersyukur memiliki putihnya kasihmu. Itu lah alasanku selalu mengutamakan warna putih dihidupku. Karena kau lelaki pecinta warna tersebut, akupun begitu.

Hanya ada sekali cerita putih yang tuhan tulis untuk hidupku. dan itu kau dan aku. Pangeran malam dan putri hujan.

Komentar

Unknown mengatakan…
cerita nya sedih aku masuk kedalam dunia tulisan yang merindingkan hati.
iyaaa??? wah makasih ya udah baca :) jon terus di blog aku yaaaa :)