Di Alur yang Sama

Aku memang wanita yang mempunyai banyak kata maaf yang tersimpan utuh untuk dirimu. Namun bukan berarti kau bebas melakukan beribu kesalahan, karena kau tau aku akan memaafkan segalanya.

Andai kau tau betapa kusut susunan pikiranku ketika kau melakukan kesalahan, dan itu masih sama, kau berputar di alur kemarin yang selalu kau tunjukkan lambat kepadaku. Dan kau hanya berpikir aku sangat menyimpan rasa pada mu.

Bukankah banyak usaha yang kau lakukan untuk mendapatkan diri ku? Bukankah sulit untuk kau mendapatkan kata iya dari wanita yang kau juluki "mentari" ini? Kau pun sulit untuk mengungkapkannya pada ku. Tapi kesulitan itu kau sia-siakan dengan merusak rasa percaya ku.

Aku memaknai apapun yang kau ucapkan, tapi kau hanya mengucapkan setiap makna, tanpa harus mnuliskannya kembal di hatimu. Bukan keanehan, tapi aku masih menganggap, hubungan kita belum terlalu lama, hanya saja kita masih perlu mengenal lebih lagi. Tapi apa bisa jikalau saat ini kau terlalu sering nelakukan kesalahan? mungkin?

Saat itu kau melakukan percakapan manis dengan menyelipkan kata rindu dan sapaan sangat anggun kepada wanita yang ku anggap itu sangat tidak baik, dan mudahnya aku memaafkannya. Sepekan pun setelah itu ku mendengar kabar dan membaca langsung kau melakukannya lagi dengan wanita yang berbeda. Aku tau kau memang dikagumi banyak wanita, aku merasa beruntung bisa memiliki dirimu, tapi apa bisa aku bahagia dengan sikap mu yang sangat menyakitkan itu? Bisa?

Aku menemui mu, kita bercengkrama dengan kekasih lain mu, semalam apapun itu. Agar jelas apa yang kalian sembunyikan. Aku mengira itu akan berakhir setelah kejadian itu. Setelah kita menuliskan point-point janji di atas kertas dan matrai, dengan tulisan tangan. Tapi ternyata belum selesai.

Baru saja aku mendapat informasi yang belum pasti dari teman-teman ku, tentang pertemuanmu dengan teman-temanmu dan wanita itu. Aku hanya ingin memastikan benar apa tidaknya info tersebut. Aku hanya berharap itu tidak benar. Lama aku menunggu, dan seolah-olah menjadi detektif bersama 3 sahabat ku. Ternyata benar, kau menemuinya. Di kejauhan aku melihat kau sedang berbicara asik dengan nya. Seketika aku memasuki tempat makan itu, kau langsung mengatur jarak. Apa kau masih punya ingatan? ingatan bahwa aku adalah kekasih mu. Di depan teman-temanmu ku seolah mengatakan kau dengannya. Aku sangat kecewa.

Tapi kenapa kau menghampiri dan seolah tidak menyadari kehadiranku setelah aku lama disana? Dan langsung berkata "jangan salah paham". aku tau itu akan kau ucapkan. Hanya saja aku masih bisa memaksa senyum ku, agar kau tidak merasa malu didepan teman-temanmu.

Seketika meninggalkan tempat itu, kau mengikutiku hingga semalam hari. Berlari mengejar wanita yang berulang kali kecewa. Yang kau ucapkan hanya maaf dan maaf, lalu bertanaya ada apa? seolah kau memberi belaan spesial untuk wanita itu. Tapi saat ini aku harus berpikir beribu kali untuk memberi maafku.

Mengambil keputusan cepat bukan keahlianku, meskipun sahabat-sahabat ku terus meyakinkan untuk meningalkanmu, tapi aku hanya bisa memikirkannya lagi. Kau tau? Aku hanya ingin kau jujur dan terbuka, tanpa ada yang ditutupi. Seketika maaf ku kembali terucap, bukan berarti aku percaya penuh dengan dirimu yang sangat gampang berdalih.

Satu penyesalan abadi adalah memeberi maaf dan mengambil keputusan hari ini. Kamu mungkin akan mengerti.


Cerita hari ini 
for  : Ornella Muty
w/ FND ~ 290713

Komentar