3. Gelap

Aku masih berada di dunia gelap yang mungkin bisa menahan kenyataan ku beberapa saat. Ini jalan tuhan untuk menahan hatiku, Dia tau yang terbaik untukku. masa ini akan ku terima jika aku lah yang akan menahan masa lalu, ya, di kegelapan ini. Semua gambaran masa lalu berlarian menmaksa otakku untuk melihatnya. Itu kembali membuat ku harus membuka mata, tapi sangat susah.

Sesaat pun aku merasa lama untuk harus menunggu kapan aku bisa melihat dunia nyata, lagi. Kalian tau rasanya, seperti aku sulit berenang, di tengah samudera. Tapi hanya ada aku dan kegelapan yang luas. Tapi apa salahnya sementara aku menenangkan diri dan hatiyang sangat penuh dengan air mata.

Seharusnya aku menginginkan nya. Seandainya aku menjelma untuk menyaksikan dia yang akan menempuh hidup baru. Rindu ku mendlami sejenak, Hanyut di pelukkan yang sangat ingin ku rasakan, walaupun bukan dingin yang merasuk. Sungguh hanya rindu tanpa harus mengharap dia kembali.

Masa lalu ku berlarian menunjukkan indahnya saat itu. Menunjukkan betapa bodohnya aku melepaskan begitu saja pengorbanan yang tangguh. Tapi aku hanyalah insan yang menjalankan alur yang di kehendaki Tuhan. Walau masih terus berharap, Takdir ku adalah dia.

Seberapa pantas aku memanggil bayangan masa lalu itu untuk ku genggam erat, sehingga aku akan bangun di saat kenangan itu berlangsung. Untuk hidup di hari itu saja. Tanpa akan kembali ke ahri ini, dengan hitam di kegelapan yang tersisa. Aku menunggu cahaya dari sinaran matanya yang haru untuk menjelmu di khayalan singkat.

Mudah untuk berkata, tangan ku dingin kaku. Mulutku berat untuk mengucap. Andai dan hanya kata itu yang ada di hati. Sangat lemah untuk mengekspresikan diri ku.

Seperti janjimu , aku adalah pelangi di segala warna, tapi aku tidak bersinar saat ini. Kemana ucapan itu, mungkin begitu, kata dan ucapan tidak bisa di genggam. Sebodoh ini kah diriku untuk menghancurkan perasaan yang sia-sia karna cinta dan jarak?

Cerita ku selalu bersambung, tanpa ada yang akan terusik. Meniadakan sejuta kegagalan bukan hidupku. Menjelma pelangi dan awan di kegelapan ini, aku selalu berharap begitu. Mungkin ini cara tuhan agar aku tidak mengeluarkan air mata menyaksikan pernikhan mu dengan wanita itu.

Tai aku selalu mendoakan agar kau dan dia menjadi pasangan yang di ridhoi tuhan. Sesungguhnya aku berusaha mengikhlaskan dirimu yang telah berbahagia dengan wanita pilhan mu itu...........................



Komentar