(Sambungan Jarak Menyiakan Hatiku)
Susah sekali mencari hadiah yang pas untukku persembahkan buat kekasih ku yang akan menjalani kehidupan baru dengan wanita. Sebagai seorang yang telah diberitahukan untuk momment yang terhebat dalam hidupnya , ya selayaknya aku memang harus menghadiri undangan spesial itu. Sekiranya aku hanya memikirkan bed cover sebagai hadiah untuk pernikahan, alangkah indahnya lagi jika kita lah yang menerima hadiah itu sebagai wedding gift. Tapi kenyataan bukan itu, kau lah yang akan menikah dengan seseorang yang kau pilih, dan itu bukan aku. Takdir memang bukan kita yang mengatur.
Malioboro, kota indah yang kau pilih untuk melangsungkan sakralnya janji sehidup semati dengannya. Mungkin kelak aku hanya menangisi kau mengucapkan ijab didepan penghulu, dan mimpi kita saat kemarin adalah kita di pelaminan.
Aku berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan ternama di kota ini, memilih beragamnya hadiah-hadiah yang pas untukmu, aku memilih warna biru, warna kesukaanmu. Dengan corak sederhana seperti dirimu. Aku terpana dengan bayangan masa lalu yang berlarian memutar otakku mengingatmu yang benar-benar telah mengakhiri cerita panjang secara sia-sia.
Hadiah ini aku bungkus rapi dengan kertas kado putih polos, itu menanda kan diriku yang tetap sama seperti kemarin tidak akan pekat, dan bahkan memudar. Sedikit harapan putih, semoga kau akan selalu bahagia dengan pilihan mu yang lebih tepat itu.
Disini mungkin aku hanya sepekan, dan tidak sempat berlama, buat apa? Aku hanya berkunjung menemui mu, setelah hampir 3 tahun tidak bertatap muka, kira-kira kamu seperti apa sekarang? apakah setampan saat SMA dulu? Atau bahkan lebih berwibawa, Aku sudah tidak sabar. Dan lebih tidak sabar untuk menuntaskan pertemuan itu, itu yang terakhir ku kira.
Memang jarak telah benar-benar menyiakan hati ku ini. Tapi aku hanya akan merelakan kisah kita dahulu. Kisah yang Dipuji oleh teman-teman ku, kita yang bertahan dengan masalah jarak. 4 hari lagi pernikahan mu, apa kamu akan menuai senyuman bahagia, seperti dulu kamu memilih ku sebagai kekasih? mungkin akan lebih bahagia, karena wanita itu adalah calon mempelai wanitamu.
Tiba-tiba sebuah mobil membuyarkan lamunanku, tubuhku terhempas keras dan berlumuran darah. Aku bahkan tidak tau harus berbuat apa. Suara keramaian menghampiriku, tapi aku tak berdaya untuk membuka mata memastikan aku baik-baik saja. Dan setelah itu aku hanya terbaring lemah koma selama apa aku tidak tau. Aku mati rasa tak bisa merasakan sesuatu apapun, mendengar hanya sebisa ku. Semua hanya gelap, sepi dan bukan kehidupan.
Do'a ku hanya semoga kau bisa berbahagia dengan dia yang kau pilih. Maaf aku tidak sempat memberi kabar tentang keberadaan ku di kota ini. Maaf aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu, tapi yakinlah aku selalu mendoakan yang terbaik untuk hidupmu yang baru.
Aku bahkan telah lupa untuk tau bagaimana caranya menghilangkan bayanganmu, saat ini hanya kau lah yang ada dipikiranku, hanya penyesalan yang kau berikan untukku, hanya penyesalanku yang bodoh menunggu bahagianya suatu hari denganmu. \
Dan aku sudah tak tau kapan aku bisa melihatmu lagi, mungkin lama. Dunia ini hanya hitam, saat aku dimatikan sementara. Kenangan kita hanya sebatas kekasih terpisah jarak. Selamat memulai keindahan dengan dia, yang ku tau cinta hanya lah hitam dan putih, seperti saat ini.
Komentar