Pelangi yang tercipta setelah hujan,
Kita yang saling merindu..
Cerita kita dikala hujan dan berbagai hangatnya kasih sayang..
"Aku menemukanmu, yang lebih baik dan hebat"
Cerita bersama hujan, aku dan kepastian. Selang menjinaki hawa, ini..Aku menulis cerita kita.
Konjungsi khayalan berirama menghangatkan kenangan. Jumpa Kita ditemani beribu rintik hujan. Rangkai tulisan air, percakapan cinta dan kasih sayang.
"Bagaimana aku hidup tanpa mu"
Seolah aku oksigen yang penting untuk hidupmu. Mereka berkata hujan adalah cerita romantis.
Aku rasa tidak. Setiap saat aku bisa merasakannya. Tapi disaat hujanlah aku bisa berekspresi. Kanal !
"Apapun akan aku lakukan untukmu"
Itu bukan janji? Aku hanya merasa senang.
Perjumpaan pertama kita dikala hujan malam saat pulang, 27 Agustus 2012. waktu itu ku tutur obrolan biasa, jalan jauh untuk berbalik arah hanya untuk lebih lama bersama.
"Aku suka gelap, Kamu suka hujan, Keduanya identik"
Kata-katamu itu susah dilupakan. Mungkin waktu itu aku belum terbiasa menikmati hujan bersamamu.
Hanya aku masih berjalan di alur kemarin. banayk sekali hujan lain yang menghampiri.
Sulit terlupa , itu pertamanya yang kurasa. Rasa tidak percaya itu denganmu.
"Faktanya aku hanya mau hujan-hujanan bersamamu"
Aku kira kamu punya banyak kenangan dengan hujan.
Tapi kamu menegaskan hanya aku yang ada dibenakmu saat kala hujan berlari-lari.
Karena aku kekasihmu yang abadi didalam hujan. aku percaya, Hanya aku rumit berfikir. Aku bukan gadis pecinta hujan, hanya saja aku hidup di dalam cerita hujan.
"Disaat hujan aku bisa memelukmu lama, Aku suka hujan bersamamu"
Ya, begitulah. Aku hanya nyaman memeluk dan didekap hangat.
Saat hujan lebih tenang dibanding cuaca panas. Wajah bahagia ku saat menatapmu. Demi apapun aku selalu menulis dihatimu.
"Aku ada disaat kamu butuh, pegang kata-kata ku"
Aku selalu percaya. Saat aku belum ingin pulang, kamu berkata seperti itu.
Masih ada hujandihari lainnya"
"Aku percaya kamu, Aku percaya kita"
Walaupun sering aku meninggalkanmu. Tapi aku tidak bisa beralih.
Aku selalu tetap denganmu. Kamu pun begitu tak berubah terhadapku.
"Kalau dingin jangan ditahan, langsung saja bilang"
Tanpa berkata aku hanya memelukmu.
Ingat saat 26 yang ketiga, spontan aku melakukannya, hanya karena tak ingin kamu pergi. Kamu terkejut bukan? aku juga tidak tau kenapa bisa. Kamu membalasnya :)
"Masih banyak hujan lain yang kan kita tulis cerita,
jangan berhenti menulis"
Aku tak akan berhenti menulis.
Karena aku terlahir untuk menulis. Aku akan selalu menulis cerita kita.
Sederhana dan menakjubkan.
Komentar