Cerita Kau dan Aku, Kini Bersamanya

Berlari bukan keahlian ku untuk mengajak mu kembali. Tapi aku selalu memperbaiki cerita lampau yang terlambat.

Bukan kah kita berjarak selalu beigtu, bukan kah kau yang terlambat tersadar. Ketika cerita usai kau meghanyutkan kembali memori usang yang sudah tak ku gunakan lagi. Kau merusak hidup yang rebah. Apa hanya itu keahlianmu untuk mengajak ku kembali menulis cerita yang hanya itu-itu saja.

Bukan berarti aku mengusaikan hubungan tanpa sebutan, hanya aku telah mencari sebuah rintik yang berbeda untuk ku rajut bersamanya. Keterlambatan mu itu tidak terlampau ku curigai sebab aku menyelamatkan ceritaku saja.

Kebodohanmu mengartikan setiap tulisanku yang payah kau jamah sendiri. Apa kau selalu seperti ini kepada setiap wanita? Iya? Rasanya aku tersenyum untuk menangisi kekonyolan ini. hanya bualan yang sederhana untuk ku masuki didauran kelabu.

Aku menemuimu disaat gelap dan benar benar tak menemukan setitik cahaya, hanya aku dan kau. Aku hanya berusaha mendengarkan cerita yang kau putar untuk meyakinkan kembali hati lama yang sagat sulit untuk kau dapati lagi. Tapi aku bukan wanita yang gampang larut. Semuanya larut, dan sudah saatnya kau harus pergi.

Lalu kau menggenggam kaku jemari kecilku yang sedang menghalang kedinginan malam. Sesegeranya aku melepaskan itu, siapa kau yang berdiri dihadapku dekat ini? aku tak merasa pantas untuk melakukannya lagi bersamamu, aku tidak akan mengulangi cerita buruk kita dahulu.

Kau yang memutuskan untuk berlalu dari ribuan detik selepas kau melepas pelukan terakhir dari tubuh mungil ku ini, lantas mengapa kau kembali setelah kau tak bisa mendapatkan ketulusan dari dirinya yang kau pilih saat ini? aku sudah bersalah menemui mu. Aku merangkai cerita palsu.

Seperti merah muda saat itu, aku berjanji akan setia setelah akhirnya aku harus benar benar mengubur kebencian cerita itu bersama kau. Selama ini yang susah kuhapus. Kau datang dengan tiba-tiba, ya.

Aku harus meninggalkan mu tepat dipukul 23.47 , sudah terlalu malam untuk ku kembali kerumah. Itu terakhirnya kita menuturkan perasaan yang sebenarnya. Aku tau itu hal menyakitkan untukmu, lantas tak pernah kau pikirkan aku yang harus berusaha melupakan dirimu yang sangat mudah meneteskan air hangat di mata kecilku.

Dan malam itu, dan saat ini aku mempunyai cerita berbeda dengan kesendirian yang sangat bersentuh dengan kegelapan, aku hanya berjalan mengikuti alur yang sengaja aku tulis untuk aku nikmati. Kau datang 2 tahun lalu dibulan kelima di halaman 23, dan kini kau datang di terakhirnya juni tahun ini.

Kita berbeda dan kau kini telah bersamanya, dan juga aku yang memilih dia untuk bersamaku. Kita mengerti dengan kedewasaan saat ini.

Komentar

rici mengatakan…
terharu gue :)
ha iya??? makasih ya udah bacaaaa
Unknown mengatakan…
aku juga terharu, kamu pintar banget bikin cerita..
wiiiih beneran ini??? makasih ya udahberkunjuuung :)))