Hatiku sempat berlabuh sesaat di dermaga lain, sempat ...
Tapi apa kau masih merasakan getaran yang kurasa saat perhatian ku masih untukmu.
bodoh meninggalkan mu, aku berfikir kau akan tertawa membacanya. Tapi izinkan aku menyelesaikan ini semua, hingga nanti aku akan tau kau tetap akan pergi. Aku akan mencoba terbiasa tanpamu, aku akan mencoba kosong dengan waktu yang lama, aku akan mencoba beralih. Aku akan senang jika ada yang bisa menggantikan aku di kalbu yang tulus itu.
Tapi apa kau masih merasakan getaran yang kurasa saat perhatian ku masih untukmu.
bodoh meninggalkan mu, aku berfikir kau akan tertawa membacanya. Tapi izinkan aku menyelesaikan ini semua, hingga nanti aku akan tau kau tetap akan pergi. Aku akan mencoba terbiasa tanpamu, aku akan mencoba kosong dengan waktu yang lama, aku akan mencoba beralih. Aku akan senang jika ada yang bisa menggantikan aku di kalbu yang tulus itu.
Kau pernah mengatakan , “aku lebih dari doktrin” apakah masih sama sekarang? Apa aku harus mengucapkan atau menuliskannya dengan seksama dihatimu LAGI? Kita sudah terulang beberapa. Aku selamanya berjalan di atas harapan ini, diantara benci dan penyesalanmu, harapan tinggi akan terhapus sejenak. Dan angin akan menerbangkan perasaanmu. Tapi hitam dan putih akan tetap seperti ini.
Selamanya ....
Setelah aku mengisi tanganku dengan kabut, lalu aku membukanya dan melihat kabut hanyalah sesal. Dan aku menutupnya kembali dan membukanya lagi, dan lihatlah awan putih. Dan lagi.. aku menutup dan membuka tanganku, sekarang terlihat seorang pria, berdiri dengan wajah sedih, terbalik ke atas.. dan lagi aku menutup tanganku, dan ketika membukanya, tetapi sia-sia..., ada kabut yang menyelimuti pandanganku. Tapi aku mendengar sebuah suara melebihi manisnya lagu sang dewi.. “suara mu menyambutku kembali” tapi itu Cuma mimpi ku semalam.. maaf aku terlalu memikirkanmu.
Itu kemarin... Kemudian aku berpikir diriku adalah sebuah fragmen yang bergetar tanpa irama dalam sebuah ruang kehidupan. Hingga akhirnya aku tau aku kehilangan kendali tanpa sandaran pasti yang biasa menemaniku, yang biasa memegang tanganku erat. Topangan ku hilang, aku tidak pernah menyadari aku lemah tanpa sandaran itu. Hanya sejenak aku telah bisu ditengah keramaian malam dikelilingi teman temanku.
Sekarang bagaiman kita bisa mengekspresikan masa lalu kita dengan hanya suara kemarin kita? Dan sekarang.. Matahari mendukungku dengan seribu cahaya panansnya agar aku dapat berbohong lagi dalam debu-debu kota ini. Tapi lihatlah, sebuah keajaiban dan teka teki! Matahari terik menerpaku, namun panansnya tidak dapat menghamburkanku... aku masih berdiri tegak masih yakin dengan langkahku. Sama seperti yang kau lakukan.
Toleransi adalah cinta sakit dengan penyakit yang sombong. Sebuah ketidaksepakatan mungkin dipotong terpendek antara dua pikiran. Aku menganggap masa lalu dan masa depan tidak ada grafik panduan, ini salahku. Aku tidak tahu kebenaran yang sebenarnya, tapi aku rendah hati sebelum ketidaktahuanku, ada ruang diantara imajinasi ku yang salah menafsir. Seandainya aku mengisi diriku sendiri dengan semua yang kau tahu, apa ruang yang harus aku miliki untuk semua yang kau tidak tahu? Maaf...
Aku sering mengutip apapun yang kau ucapkan. Saat kau berkata “aku akan berhenti mencintaimu, saat si bisu berbicara pada situli dan sibuta melihat sipincang berjalan” aku masih ingat. “jangan takut, hilangkan rasa takut, kamu percaya kan sama aku?”
Tapi apa kau masih sama? Masih seperti yang kemarin? Masih mau menjadi topanganku, masih akan mengirim pesan singkat setiap hari, masih akan menjadi pengingatku, masih mau menggenggam tangan ku? Apa kau masih akan mau memelukku saat aku butuh ? mau? Aku rasa tidak. Aku tau kau bukan laki-laki bodoh. Aku hanya takut kau memebenci ku. Kau benar kita memang tidak terbiasa tanpa hubungan.
Maaf aku terlalu berlebihan mengungkapkan ini, maaf aku terlalu gampang mengambil keputusan, maaf... tapi sejenak aku inginkan kau bisa memahami hatiku. Dendam itu sudah tidak ada. Laki laki itu tidak sebaik dirimu. Dari awal memang aku tidak mencintainya. Aku meninggalkannya, hanya dengan alasan, aku akan kembali bersamamu. Hal bodoh apapun yang aku lakukan demi kau. Meninggalkan dia yang baru memilikiku hanya untuk melihatmu lagi . Dia memohon, tapi aku tetap tegas meninggalkan nya. Kau masih percaya aku? Aku rasa tidak. Aku benar benar jahat.
Aku masih berharap Malam yang cerah dan indah? Hujan? Cerita hitam putih yang sejalan? Maaf aku membual aku hanya berusaha mengungkapkan semuanya, hanya berusaha. Aku harap kamu bisa membaca dan memahami kejujuranku. Aku mengunci hatiku, jika masih bisa kita kembali, aku akan menumbuhkan rasa itu lagi. Aku janji. Tapi jika kau akan pergi aku tidak apa. Aku akan kuat, dan aku tak akan mengganggumu sehingga kau merasa risih dengan hati ku yang mudah terbawa arah. Ini penyesalanku. Maaf..
Walaupun banyak kata maaf yang ku ucapkan
Aku tau tidak menghilangkan rasa sakit
Aku tau kau tidak akan berbalik lagi
Ya, kau akan pergi
Terimakasih semuanya, semua yang indah
Sekarang aku bisa melepaskanmu
Sekarang aku bisa menjadi diriku tanpa topangan
Hahaha, aku hanya berusaha jujur, aku hanya mencoba merasakan sakitnya yang kau rasakan malam itu. Mudah mudahan kau bisa memafkanku. Mudah mudahan kita bisa menjadi seseorang dengan masa depan yang bagus, kelak kita bertemu kita bisa menunjukkan seseorang yang lebih baik. Ntah kapan. Tapi aku menunggu pesan mu satu jam setelah membaca ini. Kalau kau masih mempunyai perasaan yang sama. Jika tidak, ya sudahlah.
1 Juni 2013
maaf
Komentar