Aksaraku dengan Mu, Kekasih Sementara

            Berikan aku tanda tanya, seolah kau belum puas mengakhiri dunia sulit ini. Kutuang gerahan ! waktu tak mungkin mengerti siapa kita? Siapa mereka. Tanpa kau berjalan pasti tak gontai. Aku bicara terhenti di satu titik. Tak usah kau beri tanda tanya. Bila mana aku salah cukup berlari. Ya berlarilah sayang.

         Kau mulai tinggalkan aku selayaknya batu karang. Menutup akhir yang tak jelas. Tak terasa aku mengalah. Walau bukan meyentuh akhir di titik yang pasti. Aku berbicara tentang tanda yang kau punya. Bila mana kau menyeru, baiklah kasih aku mengerti. Lah ku tertidur menanti, kau kutip salah satu maksudku pujangga goyah !

           Mawar ku kering, putih ku menguning. Ah, aku sesali hati goncang, aku sesali dikau penyalut hati wanita. Syairku bercerita panjang. Tanpa kau ingin tau akhirnya. Aku teremehkan seolok garis miring yang kau punya. Kau punya banyak, jeda sedikit saja kau lanjutkan cerita baru dengannya. Aku menyesal memberi ini.

              Tak mungkin aku memberi mu kurung, mencerca satu persatu kenangan.menahan semua indah yang kau ucap, mengepit masa silam yang ku indahkan. Biar ku abadikan itu dengan arogan diri tegar ini. Kau hanya perlu dia, iya? Kekasih sementara ku.

          Ku bercerita disyair demi syair, larik dan larik, bait ke bait. Tentang kau yang indah menjulang dibenak. Sangat gulita, tanda apa yang kau punya ? tanda apa yang ku punya? Layaknya kini besar tiga? Oh tidak ! aku hanya terucap luka, kau mengerti? Kutip ini “aku hanya menanti waktu yang tepat, tenang lah sayang” . biarlah kukutip ! kau kira apa? Berapa? Dan dimana? Kutanyakan lagi..

         Ku hanya layaknya daun kering, terjatuh sengaja-Nya. Menguning tak ingin. Aku belum ingin selesaikan ini kasih, sulit kuberi titik. Terjauhkan menampar angan, kuberbalik dan akan kembalikan lukaku pujaan, kau hanya perlu menunggu luka ku terbesit sedikit memukul di sela waktu yang tak kau sangka sayang. Kita usai.




Sedikit watu indah MFH :)
Padang, 11 April 2013
00:18 WIB

Komentar