Tulisan untukmu !

              Aku mencoba menulis yang kurasakan jika aku mengingat sosok ayah. Semua teman ku mengatakan, ayahku baik,perhatian dan lainlain. Tapi, bagaimana dengan aku? Kalian tau bagaimana “nyesek” menahan air mata yang seakan mengalir? Tapi lihatlah aku masih bisa tersenyum dan mengikuti alur skenario tuhan ini. Laki laki itu pergi disaat aku benar benar telah dibuatnya jatuh. Kalian semua beruntung masih bisa merasakan canda tawa dan hal hal konyol dari seorang ayah, bagaiman dengan gadis seperti aku. Untuk mengobati nya aku mencoba mencari perhatian dari teman teman yang kusayangi. Tapi tetap tidak sama. Berjuta juta puisi pun aku menulis untuk sosok itu, tetap saja semuanya percuma.
             Awal april 2010 dia melangkah keluar dan meninggalkan keluarga kecil yang telah dia bangun sejak 19 tahun yang lalu. Dia meninggalkan gadis ini, yang sangat butuh kasih sayangnya. Dan aku benci dengan dia, ku hilangkan semua tentang dia, potret2 indah saat dulu dulu, pakaian pakaiannya yang tertinggal, barang barang yang dia berikan, yang dia sering gunakan. Agar tak terlalu banyak yang mengingatkan ku tentang diri bajingan seperti dia. Mungkin ini tak layak aku sebut, tapi sebenarnya aku lah yang tak bisa menerima keadaan. Aku larut dengan kejadian ini. Aku kasihan dengan ibuku, aku benci wanita ini tersakiti oleh laki laki seperti dia.
Sudah 2 tahun lebih bahkan hampir tiga tahun aku memendam benci padanya, tapi apakah dia selalu ingat dengan saya? Sekali pun dia tak pernah menghubungi ku, bagaimana dia tau tentang aku, dan perkembangan ku. Dia selalu mengatakan, didunia ini kita yang hebat, tapiapakah dia hebta denga seperti ini??? Omong kosong.
          Dia yang mengajariku jadilah jagoan mengalahkan abnagmu itu, ya aku jagoan, yang hampir lupa mengendalikan diri, dan hampir saja salah memasuki pintu kehidupan. Aku yang menyadari diriku sendiri, aku kembali dengan perlahan. Sekarang aku bukanlah jagoan yang kuat ayah, aku hanya anak gadis biasa yang tak bisa menyakiti orang lain, karenamu aku hanya bersabar ketika disakiti oleh orang orang, karenamu aku selalu mengalah dengan kepahitan, karenamu aku sekarang dianggap gadis lemah tak berdaya. Aku tak tau bagaimana aku seperti dulu, jagoan cantikmu yang kuat, berani dan bahkan bisa jahat. Aku takut untuk mengulangnya, semua ini memang takdir tuhankah? Jika iya aku selalu mengikuti garis waktunya.
          Paragraf terakhir yang kutulis untukmu hanya berisi doa, semoga dirimu menyadari apa yang telah kau sakiti dari hati yang tak mengerti dirimu, semoga kau menemui jalan yang terbaik, semoga ada yang membuatmu tersenyum bahagia, semoga kau baik baik saja. Walau aku tak tau entah dimana dirimu ayah.mafkan jika aku sampai saat ini membencimu.


Salam hangat dari gadis kecil wulandari untuk mu papa :)


by : w.a.g




Komentar